Di tengah zaman yang kian menunjukkan ketidaktaatannya pada perintah-perintah Allah SWT, di tengah zaman yang kian menunjukkan ketamakan manusia akan harta dan materi. Di tengah zaman yang makin lama makin inharmonis ini, muncul bertubi-tubi masalah. Problematika umat seperti, dekadensi moral (kata Ust. Ali Imron dalam ceramah2nya), kemerosotan nilai, pengikisan keimanan, hilangnya rasa malu untuk berlaku munkar, dan lain-lain kini sedang melanda negeri Indonesia ini dan juga dunia.
Berbagai macam tingkah laku maksiat yang dilakukan oleh anak manusia di atas Bumi Allah ini. Kebanyakan dari kita manusia, cenderung untuk melakukan pengrusakan2 atas alam—yang diperuntukkan oleh Allah pada kita—guna memenuhi keinginan-keinginan hawa nafsu kita yang tidak pernah ada habisnya.
Padahal, oleh Allah SWT kita diberi mandat agar berbuat kebaikan dan melakukan perbaikan2 di atas Bumi-Nya. Kita juga diberi amanah untuk memberantas keburukan dan maksiat yang terjadi di muka Bumi ini. Intinya, kita manusia, diciptakan oleh Allah Robbul ‘Alamin sebagai khailfah-Nya semata hanya untuk melakukan kegiatan ibadah pada-Nya, yang mana dengan ibadah itu kita bisa menjalankan amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan perintah-Nya. Namun, kini yang terjadi malah sebaliknya, umat manusia mayoritas melaksanakan amar munkar nahi ma’ruf.
Maka, tidak segan2lah Bumi yang sudah muak dengan tingkah laku manusia, dengan izin Allah SWT, melakukan “tindak protes” terhadap manusia dengan berbagai macam cara. Misalnya, mengeluarkan lahar dalam perutnya hingga terjadilah gunung meletus, dengan ombak besarnya hingga terciptalah tsunami, dengan getarannya maka terjadilah gempa dan longsor, serta bencana-bencana alam lainnya. Situasi ini sungguh amat sangat memprihatinkan bagi kehidupan yang sudah berjalan ribuan abad lamanya ini.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi kita manusia melakukan kegiatan amar ma’ruh nahi munkar. Mengajak pada amal kebaikan untuk melakukan perbaikan-perbaikan, mencegah, melarang serta membasmi ketidakadlian, menghapus maksiat, juga menyelesaikan masalah dekadensi moral yang kini sedang marak terjadi dimana-mana, di berbagai belahan Bumi ini, termasuk Indonesia.
Sebagai kader-kader Hidayatullah, sudah selayaknya kita memperjuangkan cita-cita awal lembaga dakwah yang berbasis pesantren ini, yakni menerapkan pola dakwah dan tarbiyah secara gradual sehingga nantinya dapat melahirkan peradaban yang madani.
Mengajak untuk para alumni Hidayatullah agar diadakannya halaqoh rutin yang dilakukan beberapa waktu sekali guna merecharge kembali semangat-semangat dakwah kita. Juga sebagai ajang untuk mempererat ikatan persaudaraan dan menjaga hubungan silaturahmi antara kita bersama sebagai seorang muslim.(avfbready)
No comments:
Post a Comment