Merupakan sebuah hal yang lumrah ketika partai di Indonesia kini tengah tersandung masalah korupsi. Kebanyakan masyarakat sudah terbiasa dengan kasus-kasus yang menimpa sejumlah partai besar seperti kasus yang menimpa Partai Demokrat sekarang ini. Larinya Nazaruddin ke luar negeri yang isunya ia disuruh pergi oleh salah seorang kader Partai Demokrat sendiri adalah kasus yang tengah hangat-hangatnya menghiasi wajah media nasional.
Sudah menjadi sebuah hal yang wajib dilaksanakan oleh Partai Demokrat dan penegak hukum untuk segera menindak tegas Nazaruddin “Sang Penyanyi” yang moncer berkat kasus suap wisma atlet Sea Games ini.
Masyarakat menilai penegak hukum kita dan pemerintah begitu lamban untuk menyergap Nazar. Terbukti Nazar berkali-kali pindah tempat dari Negara ke Negara lain. Berkali-kali pula Nazar melakukan kontak kepada media untuk menginfokan hal-hal kotor lain yang dilakukan oleh Anas Urbaningrum dan kader Partai Demokrat lainnya. Lewat BBM, telepon, maupun wawancara lewat video call Skype baru-baru ini.
Kelambanan pemerintah dan penegak hukum dalam menindak Nazar saya kira adalah suatu taktik dan strategi untuk menangkap Nazar itu sendiri. Patrialis Akbar selaku Menhumkam juga telah mengaku telah tahu keberadaan Nazar di mana.
Belajar dari kasus sandera perompak Somalia beberapa waktu lalu, yang ketika itu pemerintah dirasa lamban untuk menanganinya, kasus buronnya Nazar kali ini pun bisa saja merupakan strategi bagi pemerintah untuk menangkap Nazar. Pelan tapi pasti. Alon-alon asal kelakon. Khas Indonesia.
Kabarnya kini Nazari berada di Argentina, mungkin saja ia bosan dengan segala kebobrokan politik di negeri ini dan melepas penat sejenak dengan menonton laga final Coppa America kemarin. Just wait and see. Semoga pemerintah berhasil dan Nazar cepat pulang. Aamiin.
Achmad Afif Bready
CIES FEB-UB
No comments:
Post a Comment