sum tayangan laman

Monday, February 13, 2012

Buat Segala Hal Jadi Menyenangkan

Minggu kedua di bulan Februari (6-12 Feb 2012) ini saya membuat 2 tulisan, semestinya persatu minggu satu tulisan. Ada hal istimeewa kawan yang saya alami dan saya rasa harus dituliskan di sini.
Pembekalan TEMILNAS (Temu Ilmiah Nasional) CIES (Center for Islamic Economics Studies) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya, Malang, Timur Indonesia. Sekedar info kawan, TEMILNAS itu merupakan acara insidental tahunan milik FOSSEI (forum studi dan silaturrahim ekis). Jadi KSEI2 (klompok studi ekis) di seluruh Indonesia bertemu untuk berkompetisi ilmiah (olimpiade dan LKTEI), berseminar, simposium, gathering, field trip secara bersama2. Dan TEMILNAS tahun 2012 kali ini bertuan rumah di bumi Lancang Kuning, PekanBaru, Riau.
Pembekalan yang dilakukan mulai tanggal 9 Feb 2012 Kamis diawali dengan kajian nasional bertema konflik antar AS, Eropa dan Iran terkait nuklir dan embargo minyak. Kemudian besok2nya dilanjut dengan materi pembinaan olimpiade ekonomi Islam (ada aqidah, fiqh muamalah, dll). Ada bermacam pemateri yang menghiasi, ada Pak Jalal (dosen UIN), Pak Setyo (dosen FEB UB), ust. Najib (bag.dakwah BMH), Prof. Munawar (FEB), alumni CIES (mas Aris, pegawai BRISy), dll, dkk.
Ada rasa yang tak biasa ketika berada dalam kelas pembinaan di E3. Waktu yang berjalan terasa begitu cepat. Beda dengan kuliah2 biasa, dimana waktu yang berjalan begitu lambat, pingin cepat2 rasanya keluar dari kelas.
Faktor yang pengaruhi ini saya kira adalah, keMAUan dan keSENANGan. Ketika kita belajar suatu hal yang kita senangi dan tak ada unsur keterpaksaan didalamnya, maka dengan semangat yang bulat,  dengan sepenuh hati, otomatis akan muncul hasrat dalam diri kita untuk belajar tentangnya.
Saya menyukai ekonomi Islam, maka tak ada beban dan tak ada keterpaksaan dalam mempelajarinya. Keasyikan dalam belajar ekonomi Islam itu membuat apa yang diajarkan begitu gampang dicerna oleh otak dan mudah meresap ke dalam jiwa.
Ketika membaca buku2 tentang ekis, tebal maupun tipis, yang bahasanya sulit maupun ringan, selalu saya coba untuk memahaminya betul. Secara seksama. Sampai benar2 saya paham akannya.
Jika  ada hal yang tak saya mengerti di buku yang saya baca, maka akan saya baca itu berulang-ulang kali. Kadang kala saya terdiam sejenak untuk menganalogikan dalam contoh lain di kehidupan yang saya alami.
Dari itu semua maka, untuk setiap apa yang kita lakukan, cobalah untuk menyenanginya, cari faktor apa yang bisa buat kita untuk suka padanya. Sehingga nanti saat kita berhadapan dengannya, tak ada rasa bosan dan cemas yang hinggap pada diri kita (kontra). Yang ada malah rasa bersahabat kita dengannya. Rasa pro antara kita dengannya. Saling mendukung dan lantas berujung pada kepuasan batin diri kita.
Istimeewa... PLUR !

Islam Protestan

Avf bready plur (Mlg, 12 Feb 2012 malam, minggu kedua 3-12 Februari 2012)

Ketika SMA dulu memang menjadi sebuah hal yang lumrah untuk mempelajari ekonomi (konvensional). Diajarkan untuk mempelajarinya tanpa mengetahui apa sebenarnya yang terkandung didalamnya. Ekonomi yang kita ketahui saat SMA dulu adalah bagaiamana cara memenuhi kebutuhan kita yang tidak terbatas dengan mengalokasikan SDA yang jumlahnya terbatas. Sejatinya hal tersebut merupakan pengertian ekonomi dari para pemikir konvensional (barat).

Oleh bapak-ibu guru kita, kita diberi tahu tentang pengertian ekonomi yang seperti itu. Namun bukan salah bapak-ibu guru kita juga yang telah mengajarkan ekonomi macam itu. Karena beliau2 ketika belajar di bangku kuliah dulu, belajar konspe ekonominya dari pemikir2 barat sana. Hasilnya ya seperti yang terjadi sekarang ini.


Padahal, jika melihat ekonomi dalam Islam, SDA itu tidak terbatas, melainkan kebutuhan kitalah yang terbatas.


Saya kira permasalahan ekonomi yang kini sedang terjadi karena pemahaman ekonomi yang tertanam pada benak kita adalah salah. Salah karena sejak duduk di bangku sekolah yang diajarkan ya bukan ekonomi menurut Islam. Tapi ekonomi menurut musuh2 Islam.


Saya pernah mendengar Ustad Alimin Muchtar (salah satu ustad saya di Arrohmah Hidayatullah Malang) mengatakan, semua hal yang ada pada kita awalnya merupakan sebatas anggapan, kemudian dari anggapan yang kita punya berubah menjadi sebuah perbuatan yang kita lakukan sehari-hari. Dari kelakuan kita itu, maka berubah menjadi kebiasaan. Dan apabila kebiasaan itu telah lama terpatri dalam diri, maka akan menjadi suatu keyakinan. Jika sudah menjadi keyakinan, maka akan sangat sulit untuk merubahnya. Dari keyakinan itu barulah muncul agama.


Seperti itulah kawan. Ekonomi yang telah kita pelajari dulu, sekarang telah menjadi pemahaman yang kita yakini bahwa itu benar. Ekonomi konvensional yang dulu ada di buku2 ekonomi kita, telah banyak pengaruhi otak kita sehingga benar2 termindset ekonomi konvensional adalah hal yang tepat!


Dan, hasilnya ya seperti kini. Permasalahan ekonomi kompleks selalu saja terulang. Terulang dan telah menjadi sebuah siklus. Tapi, orang2 seakan tidak bisa mengambil pelajaran dari masalah ekonomi yang selalu saja terulang. Sebenarnya, mereka semua tahu bahwa hal itu adalah salah, mereka tahu solusi dari masalah itu, mereka tahu bahwa ekonomi konven yang mereka bawa itu tak memberikan manfaat bagi semua (hanya segelintir orang saja). Namun, saya kira mereka tak mau menyelesaikan masalah itu karena satu faktor, yakni KESERAKAHAN .


Mengapa bisa serakah? Saya berpendapat karena keyakinan mereka kebanyakan telah salah. Ekonomi konvensional kan berawal dari negeri barat sana, otomatis pemikirnya adalah tokoh2 dari barat sana pula. Lewat keyakinan salah yang mereka punyai, maka hasil pemikirannya pun akan berujung pada salah kaprah. Tidak berpedom pada kitab yang benar, maka acuannya pun jauh dari kebenaran.


Sebetulnya dalam kitab mereka telah ada pula larangan2 yang bertujuan pada kesejahteraan bersama (larangan riba salah satunya). Dulu, kitab mereka itu benar sebelum datangnya Islam. Namun setelah Islam datang dan Qur’an membenarkan kitab2 yg ada pada mereka, mereka yang bukan Islam tak mau mengimani, lantas beragama tanpa asas yang benar. Kitab2 mereka ditulis oleh orang2 dari golongan mereka. Otomatis, penulisan ayat2 dalam kitab mereka dipengaruhi oleh ego dan emosi mereka masing. Sehingga terjadilah perubahan sedikit banyak dalam kitabnya. Lantas hal ini berbuah pada ketidakbenaran yang terkandung dalam kitab mereka.


Kita semua paham lah, bahwa yang menciptakan sesuatu itu, paling bisa dan paling paham/mengerti apa yang terbaik buat ciptaannya itu. Contohnya menurut guru Aqidah akhlaq saya, Ustad Muhdi, adalah jika kita pencipta pulpen, maka kita yang menciptakan pulpen itu lah yang paling tahu tinta apa yang semestinya dipakai, bagaimana cara memakainya, dan lain-lain tentang semua hal pulpen itu. Jika hal2 berkaitan tentang pulpen itu diserahkan pada tukang ledeng, mau jadi apa? Bisa2 pulpen itu dikasih pipa (apa hubungannya?), terus tintanya diganti dengan air, jadinya, ya jaka sembung naik ojek ! Nggak nyambung jack ! Begitu pulalah kehidupan kawan, aturannya ya harus bersumber dari Yang Benar2 Paham Akan Kehidupan itu sendiri, Yang Menciptakan Kehidupan itu sendiri. Jika “yang diciptakan/manusia” membuat aturan2 sendiri tentang kehidupannya, maka jadinya yang juga nggak nyambung !


Berlanjut lagi, maka dari pemahaman orang2 barat sana, tertularlah orang2 kita yang ada di Indonesia ini. Otaknya otak barat. Otomatis perbuatan, pemahaman, dan semuanya sedikit banyak terpengaruh dari pemikiran barat tersebut.


Seperti saya ungkap di atas, sebenarnya mereka semua tahu cara mengatasi permasalahan ekonomi yang ada kini, hanya saja unsur keSERAKAHan milik barat yang telah menular dan menyatu dalam darah daging mereka, membuat mereka ogah membenarkan kesalahan itu. Dengan kekuasaan mereka, mereka selalu mencoba untuk memperkaya diri sendiri, tanpa peduli, tanpa melihat ke bawah, tanpa berpikir dalam2 apa yang sebenarnya telah mereka lakukan. Tak hirau apa yang terjadi pada orang lain, tak pikir apa dampak yang ditimbulkan nanti pada sekitar, yang penting sejahtera ada pada dirinya. “Lantas, masalah buat Looo?”. Salah moral, moral hazard, dan amoral jadinya jika sudah seperti itu. Hanya segelintir orang sebenarnya yang punya kekuasaan dan berbuat sperti itu (menyalahgunakan kekuasaannya). Namun, karena nila setitik, maka hancurlah semuanya.


Itulah kawan, maka semuanya harus berawal dari Aqidah yang benar. Tampaknya, kini telah banyak bermunculan Islam2 protestan di negeri ini, yang mana pemikiran dari Islam protestan itu jauh dari apa yang sebenar2nya Islam sejati bawa. Ini hal utama yang mestinya menjadi perhatian.


Lantas, untuk merubah atau menyelesaikan problem ekonomi yang kini tengah bergelora tidak saja di Indonesia namun juga di dunia, proses pembenaran Aqidah orang2 Islam harus segera dilakukan. Pendidikan moral dan nilai2 yang benar harus selekas mungkin dilaksanakan.


Aqidah terlebih dahulu dibina yang benar, baru bicara lainnya. Namun tak menutup kemungkinan untuk situasi seperti saat ini pembinaan aqidah berjalan bersandingan dengan hal2/aktivitas yang tengah kita lakukan saat ini. Itu bagi kita yang telah dewasa.


Bagi anak-cucu kita di masa depan, usahakanlah pendidikan aqidah akhlaq harus benar2 selalu mewarnai mereka mulai mereka kecil hingga dewasa. Mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi (PT). Bahkan hingga akhir hidup. Senantiasa selalu membina aqidah yang benar. Kalau ini yang terjadi, insya Allah hasilnya sungguh Istimeewa.. PLUR !

Mensehati, Lantas ?!


Haah! Kata itu sempat terngiang di dalam dadaku. BRAKK!!! Seketika itu sepeda onthel milik lutfi jatuh karena tersenggol motor yang sedang aku masukkan ke dalam rumah. Entah karena kaget atau tak terima jika diomeli. Sejatinya niatan yang dimilikinya baik. Menasehati. Tapi aku merasa sudah melakukan semuanya sesuai dengan prosedur yang ada. Ku pinggirkan sejenak sepedanya, agar tak tersenggol saat aku memasukkan motor ke dalam. Namun apa daya tangan tak sampai. Tuhan berkehendak lain. Manusia hanya bisa merencanakan, fininshing ada di Tuhan YME, Allah SWT.

Hari ini tadi aku bangun pukul 3 kira2. Niatnya pingin nonton pertandingan derby della madonnina, Inter vs Milan. Babak pertama berakhir tanpa gol. Di jeda waktu istirahat itu kusempatkan sejenak untuk sholat tahajud. Tak banyak, hanya 3 rakaat, 2 rakaat tahajud dan 1 witir. Selesai bertahajud ria, lanjut lagi dengan match derby milano. Akhirnya Inter mencatatkan kemengangan tipis 1-0—lewat gol semata wayang Diego Milito dengan sontekan kaki kirinya berhasil perdayai abbiati—atas tim sekotanya, Milan. Hasil ini membuat Inter semakin percaya diri untuk mengejar tim-tim yang berada di empat besar. Di lain tempat, juve ditahan imbang oleh tamunya, siapa gitu, gak tau. Walau hanya meraih poin satu, juve memuncaki klasemen setelah berhasil menggeser milan yang kalah dari Inter.

Subuh berada di tengah-tengah pertandingan, kira-kira menit 60 berjalan. Aku bergegas menuju musola untuk menunaikan kewajibanku laksana seorang muslim. Tak lupa, sebelum subuh kusempatkan untuk solah sunah qobliyah. Karena 2 rakaat sebelum subuh itu bernilai lebih baik dari dunia seisinya. Solat sunnahnya aja sudah sebesar itu pahalanya, apalagi ganjaran solat subuhnya. Bisa-bisa lebih baik dari alam semesta dan seisinya (tapi itu hanya prediksi saya saja, pahala di sisi Allah yang sebenarnya hanya Ia yang tahu).

Selepas subuh kulanjutkan dengan belajar ekonomi publik yang akan di-UAS-kan nanti pukul 7.30 pagi di kampus. Maka kubuka laptop dan belajar soa-soal dari softcopy yang ada di laptop. Hanya membaca sepintas lalu. Tak berapa lama ku ambil gitarku. Ku dendangkan lagu lady rose milik SID.

“Can u stay a little way, can u drink this chip bottle of wine, got a love song a broken line yeyeyeee.. put the rose on your hair, full of grace my queen of mistery, can u see, can u believe, and all they say its true, lady rose.. i can sing a thousand song, i can bring ur kiss around town, kiss of angel, a sweet a heaven, yeyeyea..put the rose on ur hair, full of grace my burnin latin queen, can u see? Can u believe, and all they say its true, lady rose.. when u fall to my arms, when u sleep for a thousand years, never will brings u down down down down. Ur the heart of of my crown and the blood of all my life time, cause ure my lady rose..let me say this for one last time ...... cause ure my lady rose..”

Pukul 7 mandi, 7.28 meninggalkan kontrakan menuju FEB UB. UAS terakhir! Istimeewa. Tiba di kelas, sudah masukan semua anak2. Aku duduk di kursi paling depan sendiri, seorang diri, anak-anak lainnya di belakang. Karena aku sudah belajar, jadinya percaya diri. Salut!. Soal yang diujikan tak jauh beda dengan soal UTS yang kemarin. Sayang aku tak sempat mengulang soal UTS kemarin. Tak tahu kemana lembaran itu. Jadi, ya seingat yang tertera di memori kepalaku saja(lah). Soalnya sendiri terdiri dari 30 multiple choice, 5 true-false, dan 5 essay. Alhamdulillah lancar mengerjakannya walaupun sedikit tersendat. Aku mengumpulkan soal paling terakhir bersamaan dengan Ghany, my friend from Palu, Central Celebes.

Selepas momen itu, aku bergegas menuju CIES, tak ada yang istimewa. Hanya berisi orang2 yang bersantai untuk sekedar OL dengan kompi CIES atau laptopnya sendiri. Aku pun tak berbeza. On the line, surfing in the maya world, amazing. Ku tulis di statusku,kira-kira begini, ”Nggk ikut UAS aja sampe nangis2 di depan dosen, sementara ninggalin sholat subuh nggk ada perasaan apa2 sama Allah.” Itu merupakan kalimat yang terucap dari mulut temanku, Denni Aditya S. (IMM-asal Madura island, IE 2010). Mengingat ketika itu ada mahasiswa yang tak sempat ikut UAS karena salah jadwal! Ironis! Kesalahan sistem, juga manusianya. So, sistem and human podo2 error!

Tak lupa disela2 surfingku, aku menuju surau arrahman untuk dirikan sholat duha, kebetulan ketika itu bersama Erlando (IE 2010, Banjarnegara punya, Jateng, pekerja keras). --?!

Capek boi nulisnya...nanti aja lagi oi..

Sholat dhuhur, jam tangan merk BONIA dari Babe hilang waktu wudlu.

OL lg, sampe asar, ketiduran hingga pukul 16.30.

Pulang, futsal di Champion bareng AC-ers di belakang O2. Lawan akun2010 (shela cs), kalah.

Makan lalapan di cengger ayam, menu belut 6k, lele 6,5k, ayam kampung 11k. Istimeeewa! Dengan segelas jeruk hangat. nikmatMu tiada tara Ya Allah! Terima Kasih Banyak Sekali.

Balik rumah. Ke attoriq nonton persija v persebaya. 0-2 (Andrew Barisic 22x, hasil assist Fery Ariawan-mantan Persiba Balikpapan). Sama ms Ardy sm Mirza.

Balik rumah, sholat, hingga terjadi tragedi “masukkin motor kesenggol sepeda, hati resah gelisah!”, hingga akhirnya nulis beginian.

FM-an..time to show my coach-skill!


Judul : Awal2 Mencuba Memenuhi Halaman Gratis Yg Semestinya Benar2 Dimanfaatkan (Namun hanya segelintir orang yang punya) : BLOGSPOT.COM


Setidaknya harus membuat satu tulisan dalam seminggu. Hal ini yang akan membuat blog ada isinya. Ada tulisannya. Apapun bentuk dan jenis tulisan itu. Terserah.
Kalau sesungguhnya dalam minggu yang dijalani tak ada hal yang istimewa atau spesial, maka hal yang tak spesial itu pun laik pula untuk diangkat menjadi sebuah tulisan. Sesuatu yang tak istimeewa itu juga bisa menjadi bahan bacaan setelah ditulis tentunya.
Minggu pertama bulan Februari 2012 ini (tgl 29 Jan-3 Feb) akan saya tulis hal2 yang sy alami.
Pertama, hari Minggu 28 Februari malam itu adalah saya bermalam di Juda punya kos. Di dalam kos berbagai fasilitas ada. Lengkap. Tv (indovision/telkomvision), laptop, internet, dispenser, hp, soundsystem, printer, itu yang saya tahu. Di samping itu motor (SF) yang selalu menemani untuk pergi ke kampus selalu terlihat mentereng. Dari ini semua sy setidaknya mampu mengambil pelajaran yang cukup mulia laah..bahwa : Orang tua kita akan selalu mau—selama ia mampu—untuk memberikan apa yang kita butuh dan inginkan. Orang tua ditelepon, ngomong apa yang kita mau, dikasih insya Allah (kalo ada kalo bisa).
Maka tak ada alasan buat kita untuk tak mengindahkan amanah yang diberi pada kita dari ortu. Untuk berkuliah, belajar, dan cari ilmu di rantau orang. Lalu, bersyukur akan apa yang kita miliki saat ini. Memang benar adanya kalau melihat dunia maka lihatlah yang ada di bawahmu, sementara mengenai akhirat pandanglah yang ada di atasmu. Untuk dunia, jika sudah makan untuk hari ini dan tubuh dalam kondisi sehat maka katakanlah : Salam sejahtera ! Sgala puja dan puji HANYA bagi Allah SWT.
      ***
      Beranjak ke topik lain, temanya tetap sama : mencoba melihat lebih dekat dari sudut pandang yang jauh. Anda tahu apa maksudnya? Sy juga kurang tahu.. J
      Pilihan adalah apa yang kita mau. Tapi tak selalu seperti itu kawan. Terkadang ketika dihadapakan pada suatu pilihan, lantas kita mau tak mau harus menerimanya. Hal ini yg sy hadapai ketika disuruh unutk mengemban tugas R&D 2012 saat itu.
      Sungguhnya, sy menolak akan semua itu. Kalo tidak spenuhnya menolak, yaa..bimbang, dilematis, gamang. Katanya Mario Teguh Golden Ways (metrotv), antara dilema dan galau (andilau). Realitanya nggak mengasyikkan. Jauh panggang dari api. Generasi 2010 yang mampu bertahan cuma segelintir. Terdapat dua organisasi, tapi kebanyakan hijrah ke pos yang rohis. Sementara, pos iqtishodi hanya sisa-sisa yang berada. Namun, the show must go on katanya. Ya sudah, apapun yang terjadi, usahakanlah everyting’s gonna be ok laah..
      Maka, disaat yang lain liburan di kos atau bahkan di rumah, sy masih berkutat pada urusan yang istimeewa sekali. Sy harap pilihan sy tak srta merta salah. Namun, sy melihat realita yang terjadi di sekitar, Ade Namnung (artisnya tawa sutra cooy, antv), Him Damsyik (peraner Datuk Maringgih), korban Afriani (Xenia yg tewaskan > 8 jiwa), Fatis (seperjuangan sy di almamater), pergi meninggalkan dunia, membuat saya berfikir sejenak. Memang benar, kematian adalah sebuah pelajaran. Bagi yang masih hidup diharapkan untuk terus berbenah untuk waktu yang entah kapan bagi kita kembali ke pangkuanNya. Bagi yang telah mati maka berharap pada ampunan Allah dan do’a dari yang kita kirim di dunia. Betapa bahagianya dikirim do’a oleh manusia di dunia untuk jiwa yang telah berada di dalam kubur. Maka dari itu, orang tua yang benar2 paham akan semua itu, akan mengarahkan anak2nya untuk belajar agama (Islam) dengan benar, apapun yang terjadi. Harapannya, dengan kita menjadi soleh, maka akan membuat orang tua kita nantinya tenang dan bahagia di alam sana. Selalu mendoa’kannya. Dan berbuat hal baik lainnya. Istimeewa.Semoga kita termasuk jiwa2 yang tenang yang dimasukkan oleh Allah ke dalam jannatunnai’im..aamiin.
      Insya Allah sy yakin dengan pilihan sy. Apa boleh buat, jika niat telah bulat, maka tak ada alasan untuk melenceng dari awal niat. Semoga Allah selalu bisa memberikan kekuatan, ketegaran, dan apapun itu namanya bagi sy untuk terus bisa mengemban amanah ini. Memang awal2nya hingga tulisan ini dibuat sy masih tertinggal jauh dari partner/sktrs sy. Ruhiyah, inisiatif, disiplin, keaktifan, jauuuh. Semoga dengan ini bisa meningkatkan kualitas diri menajdi lebih baik dan tak setengah2. Aamiin Ya Allah Ya Robbal ‘Alamiin.

Monday, January 30, 2012

AGENDA HARIAN


Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/ 

Thursday, January 19, 2012


DISTRIBUSI PENDAPATAN LEWAT ZAKAT UNTUK MENGATASI KEMISKINAN DI INDONESIA


MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Ekonomi Pembangunan
yang dibina oleh Bapak Bahtiar Fitanto, SE., MT.



Oleh
Achmad Afif Hajid Nasrullah
105020101111002























JURUSAN ILMU EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Januari 2012





Pengantar
Indonesia dengan penduduk sekitar 240 juta masih termasuk dalam kelompok negara dunia ketiga atau negara berkembang. Banyak orang menyebut negeri ini penuh dengan kekayaan alamnya, melimpah begitu sangat hingga dinobatkan sebagai negara dengan penghasilan alam terbesar di dunia.
Dikatakan demikian bukan tanpa dasar, selalu ada alasan orang untuk mengungkapkan Indonesia adalah yang terbaik hasil alamnya. Namun, masalah sosial yang pelik kerap mewarnai belantika kehidupan masayarakat Indonesia. Salah satunya adalah kemiskinan. Hal ini menjelma menjadi masalah klasik yang selalu membuat rezim pemerintahan manapun yang berperan sebagai pejabat publik di Indonesia sulit mengentaskannya.
Mulai dari zaman penjajahan. Belanda dan Jepang telah menghancurkan mental bangsa Indonesia hingga kebanyakan masyarakatnya bermental tempe. Untung saja ditengah penjajahan itu muncul tokoh-tokoh yang bisa membuat perubahan. Sebut saja Ir. Soekarno, dengan semangat revolusinya beliau mampu melecutkan daya juang pada diri setiap orang, lalu Ki Hajar Dewantara dengan perhatian pada dunia pendidikan sanggup membuka cakrawala pemikiran manusia Indonesia untuk maju meninggalkan kebodohan.
Era orde lama berjalan dengan sedikit kompleks, salah satunya diwarnai dengan maraknya kelompok komunis di daerah yang coba merubah ideologi Pancasila dengan ideologi komunisnya. Kemiskinan kala itu masih menggelayuti atap-atap rumah kebanyakan orang. Dilanjutkan dengan kepemimpinan Soeharto di era orde baru, angin segar sempat berhembus dengan murahnya harga-harga bahan pokok terutama bahan pangan di pasaran. Namun, angin segar itu di selimuti dengan praktek KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) sejumlah pejabat publik yang tak lama kemudian mengantarkan rezim orde baru itu berakhir dengan mengenaskan.
Kini era reformasi berjalan, tapi tetap saja tak mampu berbuat banyak soal pengentasan kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi saja yang dibanggakan. Trasnsaksi di pasar modal dan pasar uang saja yang di perhatikan. Apa gunanya pertumbuhan ekonomi jika masih sangat banyak sekali masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Apa manfaatnya gejolak di pasar modal maupun pasar uang jika isinya melulu hanya spekulasi-spekulasi yang berdampak pada tingginya tingkat inflasi, pengangguran dan kemiskinan. Saya suatu waktu sempat melihat acara gurauan di televisi, “Apa langkah Bapak untuk memajukan Indonesia?”, tanya seseorang yang berperan sebagai wartawan, “Saya akan memberantas kemiskinan, orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan akan saya tingkatkan untuk hidup di pas garis kemiskinan.”, jawab seseorang yang berperan laiknya pejabat negara itu. Hal tersebut setidaknya mencerminkan kurang maksimalnya upaya pemerintah untuk mengurusi masalah kemiskinan yang telah lama mencekik rakyat kecil Indonesia.
Negeri dengan penduduk mayoritas muslim ini tampaknya kurang memiliki sense of belonging terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Jika menengok realita yang disuguhkan, ironis sekali, umpama seekor tikus yang mati di lumbung padi. Kemiskinan yang selalu saja terulang tiap waktunya berujung pada kelaparan rakyat. Kelaparan laiknya telah menjadi “kawan sejati” bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Dan jika telah mencapai klimaksnya, bukan hal aneh lagi di saat kita sama-sama melihat tragedi kematian disebabkan karena faktor kelaparan. Dus, solusi dari kasus ini perlu dicari, dan salah satu solusi dari banyak solusi yang ditawarkan kemudian adalah dengan distribusi pandapatan melalui zakat.
1.   Zakat di Indonesia

a.    Pengertian Zakat
Muhammad Shalih al-Utsaimin (2008:45) memberikan pengertian,
Zakat menurut bahasa artinya bertambah dan berkembang. Setiap sesuatu yang bertambah jumlahnya atau berkembang ukurannya dinamakan zakat. Dikatakan, Zakazzar’u apabila tanaman itu berkembang dan bagus. Adapun secara syara’ yaitu beribadah kepada Allah SWT dengan mengeluarkan bagian wajib secara syara’ dari harta tertentu dan diberikan kepada sekelompok atau instansi (zakat) tertentu.
            Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim belum semuanya paham dan sadar betul akan kewajibannya untuk mengeluarkan zakat. Terdapat macam-macam bentuk zakat yang jamak didengar di Indonesia, antara lain :
1.    Zakat Profesi, yakni zakat yang dikeluarkan oleh setiap individu dari penghasilan pekerjaannya selama satu tahun.
2.    Zakat Mal, yakni zakat yang dikeluarkan oleh setiap individu dari harta yang dimilikinya.
3.    Zakat Fitrah, yakni zakat yang dikeluarkan saat sebelum perayaan Idul Fitri.

Dari ketiga macam zakat ini, zakat yang paling banyak dipahami oleh kebanyakan orang adalah zakat fitrah saja. Sementara dua lainnya tidak banyak dipahami masyarakat. Padahal masih banyak lagi  macam zakat yang disayariatkan oleh agama. Hal inilah yang menyebabkan kurang begitu dirasakan manfaatnya dari zakat kini. Potensi zakat di Indonesia sangat besar, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyebut potensi zakat yang bisa dihimpun di Indonesia mencapai Rp217 triliun per tahun, namun saat ini baru bisa dihimpun Rp1,5 triliun. Ini bukti bahwa potensi zakat itu belum digali secara maksimal.

b.    Tantangan Zakat

Menurut M. Arifin Purwakananta (2008:24) ada lima tantangan yang dihadapi lembaga zakat di Indonesia sehingga tidak mampu menggali potensi zakat itu secara maksimal, antara lain :
1.    Institutional Buliding (Pembangunan Kelembagaan)
2.    Tatanan Zakat Nasional
3.    Ketiadaan Insentif Negara terhadap Gerakan Kemasyarakatan
4.    Jaringan itu Sendiri
5.    Konsistensi
Jika dilihat dari kelima tantangan di atas, kecuali nomor tiga, tantangan tersebut berasal dari dalam “tubuh” lembaga itu sendiri. Masalah sumberdaya manusia dan standard operasional masih menjadi kelemahan serius bagi kelembagaan zakat di Indonesia. Kemudian banyaknya institusi zakat yang ada dan tidak mau bersinergi bersama juga menghambat terbentuknya kekuatan besar untuk memaksimalkan potensi zakat. Dan penghambat terakhir adalah hal yang klasik, yakni konsistensi. Lembaga yang konsisten untuk menjalankan visi misinya secara berkelanjutan tidak banyak. Terkadang di tengah jalan muncul aral melintang yang lantas membuat sejumlah instansi zakat melenceng dari tujuan aslinya atau bahkan mandeg begitu saja karena faktor inkosistensi.
c.   Macam-Macam Zakat
            Dengan beragamnya pekerjaan yang tersedia di Indonesia, tentu pengenaan zakat yang diterima berbeda-beda takarannya. Menurut Adiwarman A. Karim (Jurnal Ekonomi Syari’ah:6, 2001) Ada beberapa macam zakat yang potensial jika benar-benar diterapkan:
1.    Zakat Peternakan
Zakat peternakan dikenakan tingkat yang regresif atau semakin banyak maka semakin rendah tingkat zakatnya. Mengapa begitu? Karena dengan pengenaan seperti ini maka akan membuat biaya produksi lebih murah. Lantas hal ini berujung pada tersedianya ternak yang dijual di pasaran jadi lebih murah. Dan dengan murahnya harga ternak, maka Indonesia bisa pelan-pelan meninggalkan sektor impor ternak dengan swasembada ternak sendiri.
2.    Zakat Perdagangan
Zakat perdagangan ini dikenakan berdasarkan keuntungan yang diperoleh. Semakin besar keuntungan maka semakin besar zakat yang dibayarkan. Bukan berdasarkan harga jual yang dapat mempengaruhi penawaran barang dan jasa di pasaran, juga tidak menaikkan harga jual (tidak mempengaruhi kurva penawaran)..
3.    Zakat Pertanian/Lahan
Zakat pertanian dikenakan berdasarkan produktivitas lahan tani itu, bukan berdasarkan zoning. Jadi setiap orang yang berprofesi sebagai petani akan masih bisa berproduksi meski usahanya tidak begitu produktif. Sehingga tak ada lagi cerita petani yang termarjinalkan karena terkalahkan oleh pengusaha yang bermodal besar.

Dari ketiga hal di atas, hendaknya mampu menjadikan perekonomian Indonesia—terutama sektor riil—bergairah. Karena sesungguhnya keadilan bukan terletak pada harus sama-rata atau sama-rasa antar setiap penduduk, namun lebih dari itu, keadilan merupakan pemenuhan hak-hak seseorang untuk bisa hidup sejahtera dan damai secara bersama-sama.

2.    Optimalisasi Distribusi Pendapatan dengan Zakat

“Melalui zakat juga terjalin kedamaian masyarakat dengan bersatunya hati mereka.” (Muhammad Shalih al-Utsaimin, 2008:48). Dari sini terlihat bahwa orang miskin dan orang kaya akan dapat bersatu hatinya ketika si Kaya memberikan dengan ikhlas zakatnya kepada si Miskin. Realitanya, kini di Indonesia sebagian besar orang-orang yang bergelimangan dengan hartanya justru enggan menyentuh ranah yang berbau-bau agama, dari situ maka pengetahuannya tentang norma dan nilai agama macam zakat otomatis tak akan ada. Dan dengan begitu maka muncullah sifat tamak dan acuh tak acuh terhadap orang-orang miskin yang semestinya ia zakati. Padahal sesungguhnya terdapat sebagian hak orang lain pada harta yang kita miliki, tak semua harta kita yang kita miliki itu milik kita.
Selain itu, lewat zakat juga bisa menjalin rasa perdamaian antar-masyarakat. Maraknya kegiatan kriminal saat ini salah satu faktornya adalah karena dilatarbelakangi oleh motif ekonomi. Orang yang merasa harus memenuhi kebutuhannya sementara hatinya tak kuat menahan diri, maka akan memperolehnya lewat jalan pintas. Kemudian menghalalkan segala cara walaupun bertentangan dengan norma agama dan masyarakat. Hingga yang terjadi kini adalah perampokan yang dilakukan komplotan bersenjata, pembunuhan pembantu rumah tangga terhadap majikannya, pembobolan ATM oleh sekelompok orang tak dikenal, dan penjambretan uang dan perhiasan di jalan raya.

Sesungguhnya berbagai sistem ekonomi memiliki kepedulian tentang problematika distribusi dengan menilainya sebagai problematika ekonomi paling riskan dan menonjol yang dialami oleh berbagai masyarakat dulu dan sekarang, di timur maupun barat, dan menilai problematika distribusi sebagai cabang dari problematika ekonomi, bahkan sebagai sebab terpenting, jika bukan satu-satunya sebab. (DR. Jaribah bin Ahmad, 2006:212)

         Tak dipungkiri lagi, distribusi merupakan masalah utama yang dihadapi oleh setiap bangsa, tak terkecuali Indonesia. Oleh karena itu, setidaknya dengan segala kekuatan yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia, semua kebijakan yang dikeluarkan haruslah bercermin pada pendistribusian pendapatan secara adil dan merata.
            Dengan mengundang-undangkan zakat sebagai peraturan tetap, kemudian mendukung peran serta setiap lembaga/instansi zakat yang bertugas menghimpun dana zakat dari masyarakat, maka hal ini seolah akan menjadi oase yang menyegarkan di tengah “padang pasir” kemiskinan yang diderita rakyat kecil Indonesia.
            Akhirnya, semoga semua elemen yang terlibat di dalam perekonomian Indonesia mampu menyikapi pendistribusian pendapatan lewat zakat sebagai langkah konkret untuk solusi mengentaskan kemsikinan yang telah lama mendera negeri ini, dan mampu menumbuh-suburkan jalinan cinta kasih antar sesama manusia sehingga melahirkan tatanan hidup yang damai, bersatu, dan saling menghormati.
(Achmad Afif Hajid Nasrullah, born in Boardbehind city,Borneo, 26th April '93. Now live in Unlucky city, Java.)



Daftar Pustaka

Bin Ahmad Al-Haritsi, Jaribah. 2006. Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khathab. Jakarta: Khalifa (Pustaka Al-Kautsar Grup).

Karim, Adiwarman A. 2001. Solusi Total Krisis Multidimensional. Jurnal Ekonomi Syari’ah, 1 (1):6-7.

Purwakananta, M. Arifin dkk. 2008. Gerakan Zakat untuk Indonesia. Jakarta: KB Press & Dompet Dhuafa.

Shalih al-Utsaimin, Muhammad. 2008. Ensiklopedi Zakat : Kumpulan Fatwa Zakat Syaikh Muhammad al-Utsaimin. Jakarta: Pustaka as-Sunnah.


Sunday, December 11, 2011

Terlalu Manis untuk Dilupakan, Terlalu Pahit untuk Diingat



Berbaur dalam keDAMAIan, saling menCINTA, diikat dengan perSATUan dan saling mengHORMATi.. THIS IS CIES. From CIES with PLUR.
Di sebuah acara bertajuk SEVENTSEAS (baca : sefensis) milik CIES (baca : cis). Konon terbagi beberapa person dan divisi yg telah terbagi tugasnya. Ada SC, KaPel, SekPel, BendUm, div. Acara, div. HuMas, div. Marketing, div. PDD (Publikasi, Dekorasi & Dokumentasi), dan div. TransKoPer (Transportasi, Akomodasi & Perlengkapan). Mengapa TransKoPer disebut paling akhir? Check it out! (baca : terserah sesuka Anda bacanya gimana, nanti saya yg salah. Artinya apa? Yg sering dengar radio (terutama fm101,3 atau fm93,0) atau sering nonton mtv pasti tahu).
Baiklah. Mari kita mulai..
Transkoper, transportasi, akomodasi, dan perlengkapan. Sepintas lalu, divisi ini merupakan divisi “pinggiran” di dalam sebuah kepanitiaan yg mungkin terlihat tidak terlalu penting atau prestis dibanding dengan divisi lain macam divisi Acara, PDD, Humas, ataupun Marketing.
Divisi yg kurang lebih tugasnya antara lain “hanya” menyiapkan tempat acara, memasang spanduk yg bertulis “Selamat Datang” di depan gedung, mempersiapkan soundsystem untuk acara, dan hal lain yg bersinggungan dengan perlengkapan, transportasi, dan akomodasi. Koordinator Divisinya atau biasa disingkat Kodiv, adalah EA. Seorang yg tak hanya memiliki etos pekerja keras, namun juga cerdas dalam bertindak. Pribadi yg memiliki api semangat “Lo Harus Grak”. Yg berusaha senantiasa selalu ia jaga untuk tetap membara di dalam jiwanya. (Namun tak mudah).
Tak pernah menampakkan emosinya walau sesekali terkadang ia diam sejenak untuk menenangkan diri (sambil beristighfar) dan menceritakan kesahnya pada orang2 yg tepat yg memang dianggapnya bisa dijadikan tempat untuk mengerti dirinya dan mengungkapkan uneg2 yg tersedia dalam benaknya. Tak ada niatan lain, melainkan hanya sebatas untuk berbagi rasa (sharing-hearing). Tak ada yg salah dengan hal itu bukan?! Manusia merupakan mahluk sosial, boy n girl..! Yg punya hati nurani rakyat (bukan Hanura. Jangan ada intervensi politik diantara kita. Nggak kok, cuma becanda. Yg pasti, politik pasti ada di tengah2 kita, kawan. Jadi, biasa aja lah). Dengan berbagi rasa, komunikasi, kemungkinan beban yg ada terasa lebih ringan dan perasaan menjadi sedikit lebih lega.
* * *
Rabu, 16 November 2011, malam itu sebelum acara, ditengah persiapan panitia di Widlok, tiba2 datang sekelompok orang (ada 10 jika tak salah) yg tergabung dalam suatu grup nasyid—yg memang diundang untuk tampil besok saat hari H sbgai hiburan—untuk menjajal mic, check sound ceritanya mereka. Sekadar info, saking bervariasinya musik/nada yg digunakan, personilnya ada 9 orang! Nasyid model baru mungkin. Manajer dari nasyid tersebut berujar, “Ya ini ‘kan acara besar, internasional, kita nggak mau juga nanti ada kesalahan waktu tampilnya besok. Nanti kan kalau ada kesalahan panitianya juga yg repot. Jadi, kita disini pingin nyoba dulu, ngetes micnya gimana. Soalnya pengalaman, waktu tampil2 dulu hampir pasti ada masalah sama micnya sebelum tampil, dan makan waktu agak lama juga.”
Ada benarnya juga. Kalau esok hari saat nasyidnya tampil kemudian soundnya bermasalah, ‘kan panitianya juga yg pastinya repot + kebingungan.
Dan, micnya belum dapat disiapkan karena bapak PJ mic belum menjawab konfirmasi utk dapat datang malam itu. Grup nasyid itu pun menunggu di dalam ruangan, menunggu kejelasan nasib mereka akan niatan check sound sambil sesekali melihat persiapan panitia.
“Ga, pye mic e?” tanya Fery selaku staf div. Acara
“Gini lho mas, sebenernya aku sudah hubungin bapaknya yg PJ mic untuk datang sekarang, tapi beliaunya pulang, ada di rumah sekarang.” Kata EA dengan ekspresi dingin dan tenang.
Grup nasyid pun menunggu lumayan lama. Sempat ada pernyataan yg mengatakan bahwa divisi Transkoper tidak peka terhadap situasi. Hal ini yg coba ditepis oleh kodiv EA. Siapa bilang tak peka? Kita (tepatnya sih “Saya”, karena jika dilihat dengan cermat, hanya EA seoranglah yg mengerjakan segala sesuatunya tentang transkoper beberapa hari sebelum acara dimulai) sudah usaha sekuat tenaga persiapkan segalanya yg kita bisa, kita sudah bekerja maksimal bung!
Setelah masalah mic tuntas walau belum 100 persen, anak Transkoper lanjut kerja pasang spanduk di depan Widlok. Cukup kesusahan juga kala itu untuk memanjat pohon guna menalikan sisi spanduk satunya karena tak ada media panjat, yakni tangga. Sementara panitia divisi lain persiapkan acara di dalam gedung. Di luar, anak Transkopr kira2 ada 5-6 orang yg bertugas.
EA, sebelumnya, telah berkomunikasi dengan salah seorang akhwat agar membelikan gorengan untuk cemilan anak2 panitia Transkopr setelah nanti selesai pasang spanduk dan tugas lainnya. Seiring waktu malam itu berjalan, semua panitia sibuk pada jobnya masing2. Semua Panitia berada di dalam ruangan kecuali anak2 transkopr yg brada di luar sedang pasang spanduk. Sampai pada geladi bersih acara.
Selang beberapa saat kemudian, sekresek gorengan pun datang, langsung dibawa ke dalam gedung oleh salah satu panitia, dan dimakan beramai2 oleh para panitia yg ada di dalam. EA tak mengetahui jika gorengan yg dipesannya telah datang dan disantap oleh panitia yg ada di dalam gedung.
Anak2 Transkopr terlihat lelah. Tersaji raut kepayahan di wajah mereka sesaat setelah berusaha membentangkan spanduk berukuran sekitar 6m x 1,5m. Mereka istirahat sejenak. EA mendapat info dari akhwat bahwa gorengan yg tadi dipesannya telah diantar dan diberikan ke salah satu panitia. Maka, EA pergi menuju dalam gedung untuk mengambil gorengan dan staf2 transkoprnya diminta untuk menunggu sebentar. Namun, tak dinyana, gorengan yg diantar tadi telah ludes tak tersisa. Diberangus oleh para panitia yg sejak tadi brada di dalam gedung. Panitia dalam gedung juga tak mengetahui jika gorengan itu berawal dan berasal dari pesanan EA untuk para staf Transkopnya. Yg panitia gedung anggap, ada gorengan dari akhwat untuk cemilan, buat panitia, ya disantap (boy!).
Mengetahui gorengan ludes tak bersisa, dengan inisiatifnya sendiri, dan tak mau mengecewakan para staf yg telah mempersiapkan perlengkapan bersama2 sebelumnya, maka ia memutuskan untuk membelikan nasi goreng untuk masing2 stafnya. Lalu setelah persiapan acara usai, dan para panita pulang, ia bersama staf2 transkopr lainnya menikmati nasi goreng di trotoar jembatan Soekarno-Hatta. Saat itu waktu menunjukkan pukul 12 malam kurang lima belas menit. Mereka, anak2 transkop, makan bersama dengan penuh kehangatan, canda tawa, ditemani terang lampu jalanan yg kekuningan dan diselingi deru mobil serta motor yg berkecepatan tinggi di jalanan yg sepi. Lantas tak lupa berfoto bersama abadikan momen itu. Judulnya : “Santap Tengah Malam Bareng Anak2 Transkopr di Jembatan SoeHatt”. Kesannya : Terlalu manis untuk dilupakan, terlalu pahit untuk diingat. Salut. Hingga esok hari, tanggal 17 November 2011 kegiatan berjalan dengan relatif lancar tanpa hambatan. Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla Tuhan Seru Sekalian Alam Yg Maha Segalanya.
* * *
Dari semua itu, ada banyak pelajaran yg bisa diambil dari seorang EA, lulusan SMA 1 Bawang, anggota MSP Banjarnegara, sebuah kawasan terpencil di Jawa Tengah. Semangat juang tak kenal lelah. Totalitas jalankan setiap tugas. Berusaha memberikan yg terbaik yg dia bisa demi hal yg satu : tanggung jawab. Tambahan, kita bisa belajar dari KARIB kita EA, yg selalu mampu memberi rasa damai pada setiap pasukannya, dibumbui dengan cinta tulus karena Allah, bisa memberi semangat utk tetap bersatu, dan konsisten untuk selalu dan saling menghormati pada siapapun. PLUR (Pis,Lof,Uniti,Respek) oyi!
Mungkin kau kecewa (ya kan?!), semua datang yg tak mau pinta (mungkin hal yg tak kita sukai baik bagi kita), namun ini semua kenyataan kita. Walau kita lelah dalam menjalani (lelah pasti ada), semua macam kisah (juga kesah) dalam hidup ini. Kadang kita lemah hanya mampu untuk pasrah (ya memang begitu adanya), saat kenyataan tak sejalan dengan harapan (sering sekali hal ini terjadi ya?), saat keyakinan hilang dalam kepahitan (bagai buih di lautan). Tetaplah tabah setidaknya kau mencoba (dari pada nggak sama sekali?), menjadi lebih baik dalam jalan hidup ini (selalu coba perbaiki diri), janganlah resah biarlah waktu menjawabnya (sabar, tunggu tanggal mainnya bung!).
Kau harus bersabar (innallaha ma’ashshaabiriin), semua indah pada waktunya (insya Allah). Santai saja kawan (bersama kesulitan ada kemudahan, niscaya itu!), ikuti kata hati dan biarkan sedihmu berlalu (banyak2 istighfar), kau pasti bisa (tak ada kata nyerah), menjadi suatu hari dengan pagi yg baru (lupakan kemarin, lakukan yg terbaik hari ini). Tenang saja kawan (santai..), hadapilah semua (and the show must go on!).
Mungkin kau kecewa, semua datang yg tak mau pinta, namun ini semua kenyataan kita. Walau kita lelah dalam menjalani, semua macam kisah dalam hidup ini. Kadang kita lemah hanya mampu untuk pasrah, saat kenyataan tak sejalan dengan harapan, saat keyakinan hilang dalam kepahitan. Tetaplah tabah setidaknya kau mencoba, menjadi lebih baik dalam jalan hidup ini, janganlah resah biarlah waktu menjawabnya.
Kau harus bersabar, semua indah pada waktunya. Santai saja kawan, ikuti kata hati dan biarkan sedihmu berlalu, kau pasti bisa, menjadi suatu hari dengan pagi yg baru. Tenang saja kawan, hadapilah semua. (SantaiSajaSaintLoco)
Sahabat yg rendah hati, lapang dada, pantang menyerah, percaya diri, bisa diajak kompromi, selalu mau berkorban, dan bertanggung jawab. Satu kata untukmu : I S T I M E W A !
KARIB (Ka2,Abdee,Ridho,Ivanka,Bim2).

Monday, August 08, 2011

Warna-Warni Indonesia Ternyata Ada Di sini ! (Fakta & Opini Tentang Para Sahabat Saya)



Ini gambaran yang ada dalam benak saya tentang ke-25 sohib yang telah mewarnai perjuangan saya... Yang mampu bertahan untuk ditempa selama bertahun-tahun di Hidayatullah Malang. Urutannya menurut kamar (pertama kamar saya, kedua kamarnya Adlim, ketiga kamarnya Juda), biar gampang ngingatnya. Let’s read boi !
Ali Azyumardi Azra, sosok yang ingin selalu tahu, disetiap kesempatan ia rajin menanyakan suatu hal yang tak diketahuinya. Kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai guru mungkin memberikan pengaruh pada pemuda yang biasa disapa Ali ini hingga ia dikenal sebagai pribadi yang kritis. Kera Ngalam yang terlahir di Probolinggo pada bulan Oktober 1991 (kalo nggak salah) ini juga pecinta dan pengamat sepak bola lokal maupun internasional. Ia juga seorang Aremania (suporter Arema Malang). Ia tidak terlalu gemuk dan memiliki tinggi yang cukup. Sosoknya polos dan apa adanya, mudah bergaul dan supel. Sangat bangga mempunyai sahabat sepertinya. Darinya saya belajar kepolosan dan kejujuran. Lanjutkan kekritisanmu Li !!!
Ma’mun Mohammad Syafi’i, seorang yang lahir di negeri Arab sana tepatnya di Riyadh pada tanggal 16 Februari 1992. Pribadi yang rendah hati, ceria, tak mudah emosi dan selalu mampu mengontrol dirinya dengan baik. Ma’mun, begitu ia dipanggil. Kegandrungannya pada Ungu menjadikannya suka bernyanyi, kini ia bergabung dengan grup nasyid Symphony di posisi vokal. Tingkahnya yang overacting terkadang membuat orang lain tersenyum. Ia juga orang yang taat beribadah (sholat dan ngaji). Pembawaannya juga easygoing. Hal itu yang membuat siapa saja mudah bergaul dengannya. Darinya saya belajar pentingnya keterbukaan dalam berkawan. Maaf atas segala salah sobat ! Asah terus potensimu !!!
Wiriya Adhy Utama, sapaan akrabnya Adhy. Anak Mojokerto yang gemar dengan Slank (Slanker). Kecintaannya pada musik membuat ia sering menumpahkan kreasinya untuk menulis syair dan lagu. Di atas kasurnya ia biasanya menuangkan segala pikirannya untuk membuat rangkaian puisi bak sang pujangga yang pandai merangkai kata (istimeewa..). Pribadi yang satu ini dikenal slenge’an tapi memiliki visi dan misi jauh ke depan. Terkadang termotivasi untuk mengerjakan suatu hal, namun jika tak ada motivasi maka tak ada yang dikerjakan. Darinya saya belajar pentingnya berkreasi dan agar selalu berusaha untuk kembangkan terus potensi yang kita punya. Dan satu kata untuknya, siji tok ae, PLUR !!!
Muhammad Salman Al-Farisyi, anak dari Surabaya, berkaca mata, dan bertubuh cukup gemuk. Orangnya baik, sehabis pulang dari Surabaya biasanya membawa brownies coklat (amanda, hha..) buat teman2. Pria yang akrab dipanggil Salman ini cenderung mempunyai pemikiran yang idealisme. Pribadi yang tangguh pendiriannya ini juga suka menulis. Ayah adalah sosok yang begitu penting bagi dirinya. Dari Ayahnya ia banyak belajar hal apa saja. Yakin dalam semua hal adalah kunci segalanya. Itu katanya. Darinya saya belajar pentingnya memiliki prinsip dan keyakinan dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Terima kasih kawan ! Salam PLnR !
Wahyu Septian Ismianto, Aremania sejati !!! kera Ngalam yang satu ini gak neko2. Agak kurus namun tinggi. Wahyu panggilannya. Lebih suka pada hal yang tertata dan suka kerapian. Kasur serta lemarinya? Jangan ditanya, sudah pasti rapi dan bersih. Sepak bola juga ia suka. Selain Arema, ia adalah pendukung klub Liga Inggris, The Blues Chelsea. Sosok yang cenderung pendiam membuatnya terlihat dingin dari luar, namun jika sudah kenal dan tahu seluk beluknya, maka sosok dingin yang terlihat dari luar seolah musnah tergantikan dengan celetukan2nya yang terkadang membuat orang lain tertawa. Hha.. Salam 1 Jiwa..Arema !
Adithya Gilang Maulana, pribadi yang tidak suka macam2, taat pada aturan, dan tersistematis. Ia juga rajin beribadah. Kesukaannya terletak pada bidang arsitektur, dan ahli dalam perihal disen-mendisen. Banyak hal yang dihasilkannya dari design buatannya, salah satunya adalah lambang OSIS SMA Ar-Rohmah. Anak yang biasa disapa Gilang ini juga pernah mengikuti lomba2 design apa saja. Leadership yang dimilikinya mengantarkannya menjadi Ketua OSIS semasa SMA dulu. Anak Pasuruan satu ini juga dikenal tidak suka banyak bicara dan cenderung terlihat sebagai pribadi yang berwibawa dan dingin. Darinya saya belajar satu hal, yakni : Kedisiplinan. Sip ! Thanks Lang !!!
Ahmad Hanif Alfathoni, arek Malang Selatan (Gondanglegi). Tak suka macam2, tapi suka maen PS. Hal yang pasti dilakukannya adalah, sehabis asar langsung menuju peraduannya dan terlelap tidur ! Membaca (terutama membaca novel) adalah kesukaannya. Hanif, begitu ia disapa. Menghadapi segala hal dan masalah, ia selalu tenang. Mungkin cocok dengan pribahasa “air tenang menghanyutkan”. Terkadang membawa jajanan ndeso macam keripik (singkong, pisang, dll) sepulang dari rumahnya untuk dibagi2kan pada teman2. Aremania juga, kadang kala jika ada waktu yang tepat ia menonton Arema langsung di Stadion Kanjuruhan. Darinya saya belajar ketenangan dalam setiap menghadapi masalah. Oyi ?! Oyi tok wes !!!
Septian Nur Adi Nugraha, lahir di Jambi, kedua orang tuanya berada di Jambi pula saat ini (pengusaha kelapa sawit coy, kaya boi !). Namun kini ia tinggal di Malang di rumah neneknya demi melanjutkan pendidikan. Oleh teman-teman ia akrab disapa dengan sebutan “Jambon”. Ia memiliki cita2 dan sangat terobsesi untuk menjadi seorang tentara. Tak aneh jika ia sekarang menjadi anggota MENWA (resimen mahasiswa) di UB. Ia juga suka dengan hal-hal baru yang dirasa wajib untuk dicobanya. Semisal, adventure dan membaca. Ia juga seorang yang tak mudah emosi, pintar bergaul dan seorang kiper yang cukup baik dalam menahan serangan di lapangan bola. Darinya saya belajar kelapangdadaan. Terus semangat Mbon !
Mohammad Al-Farizi, anak Balikpapan yang satu ini memiliki sifat unik, juga misterius. Tak sembarang orang bisa bergaul dan berkomunikasi dengannya. Satu hal yang disukainya adalah bermain di alam mimpi (tidur). Suka pada game dan berteman baik dengan komik2 (terutama komik kisah Paman Gober). Pintar di pelajaran bahasa Inggris (aktif maupun pasif). Pribadi yang biasa dipanggil Fariz ini juga suka jajan dan makan, serta agak sedikit emosian (dikit aja sih). Dan satu hal, kalau mandi relatif menghabiskan banyak waktu. Jika ia punya mau maka dengan segala usaha ia harus mendapatkannya, bagaimanapun caranya. Kalau orang yang belum kenal mugkin melihatnya sebagai pribadi yang sedikit sombong. Namun, orangnya baik hati dan mampu menghadapi masalah dengan baik. Darinya saya belajar ketegaran dan keteguhan hati. Respect !
Fauzan Adlim, pertama kali kenal dengannya pada tahun 2004 (kelas 1 SMP). Ia lahir di Sidoarjo tanggal 22 Oktober 1992 (tanggal lahirnya sama dengan Izecson Dos Santos Leite Kaka). Orangnya baik, mudah bergaul, dan apa adanya. Sosok yang suka bergaul dengan siapa saja, berbaur dengan teman bermodel apa saja namun tanpa lebur, serta mudah memosisikan dan menyesuaikan dirinya pada kesempatan dan kondisi tertentu (adaptabel). Ichan atau Adlim panggilan akrabnya. Ia juga pribadi penurut namun dilain waktu ia juga bisa menjadi pemberontak (tapi masih dalam koridor dan batas2 kewajaran). Kemana saja ikut yang penting enak, itu prinsipnya saya kira. Darinya saya belajar rendah hati dan tidak sombong. Salut Dim!
 Fajar Ginanjar Diharjo, sehari-harinya biasa dipanggil dengan sebutan Fajar. Anak Bontang (PT. Badak boi..) yang tertutup dan cuek bebek. Pintar di bidang bahasa inggris. Ia juga dikenal sebagai game lover (gamer), macam ragnarok dll ia suka betul. Lebih suka di kamar sambil membaca komik kesukaannya. Jika mengajaknya bicara tentang game dan anime maka bisa2 panjang kali lebar ngomongnya (nggak berhenti2). Koleksi komiknya ada sekoper di bawah ranjang. Ia juga suka jajan dan makan di kantin.  Darinya saya belajar satu hal, cuek saja pada orang yang mengatakan kata2 yang negatif yang bisa membuatmu jatuh. Thanks bro ! Kembangkan terus potensimu !
Ghali Alif Firmansyah, sahabat saya sejak 2004 silam. Sedikit cuek, namun ia juga dikenal sebagai pribadi yang selalu memperhatikan penampilan. Modis, kata itu yang selalu ia berusaha lekatkan pada dirinya.  Walaupun ia terkadang menjadi bahan ejekan teman2, Ghali adalah pribadi yang besar hati dan mudah memaafkan. Ia juga murid yang cerdas dalam segala bidang pelajaran, terutama di bidang IPA. Ia juga dikenal sebagai sosok yang tak pelit dan mudah berbagi. Darinya saya belajar kebesaran hati dan legowo untuk menerima segala apa adanya dengan ikhlas. Maju terus pantang mundur coy !!!
Romi Ardiansyah (Rombrenks), arek Suroboyo rek ! Badannya agak gemuk dan berkacamata. Seorang yang santai dalam menjalani hidup namun terarah. Sifatnya yang khas Surabaya membuat ia lain dari yang lain. Usahanya sangat keras untuk mencapai suatu tujuan. Senengane nggarai wong tok ae, guyon tok ae mbrenks!..Di balik kekeraskepalaannya ia sebenarnya adalah pribadi yang baik, suka memberi, dan suka menolong satu sama lain ! Ia juga tak segan untuk membela diri jika ia berada dalam posisi yang benar. Sholat adalah hal nomor satu yang ia posisikan sebagai hal yang begitu penting dan tak bisa ditinggalkan bagaimanapun kondisi dan situasinya. Darinya saya belajar bahwa pentingnya berusaha semaksimal mungkin demi menggapai sebuah visi. Familiar Mbrenks !!! Hha..
Andi Farinsah, anak Prigen, Pasuruan. Baru kali ini saya punya teman macam dia, tak ada orang yang sama sepertinya. Biasa dipanggil Andi atau Gicun. Pribadinya ramah, terbuka, mudah bergaul, supel, rendah hati, suka nabung, dan tak sombong. Sosok yang selalu menaati perintah dan segala aturan. Minim sekali ia melakukan pelanggaran, paling2 hanya masalah style rambutnya yang membuat ia selalu diingatkan oleh Pak Syarif untuk dirapikan. Hidupnya mengalir seperti air, apa adanya. Ia juga pandai dalam mengatur pengeluarannya (hemat). Sangat terinfluence oleh A7X. Bermusik merupakan hobi barunya. Darinya saya belajar keramahan dan kebersamaan. Suwun Ndi.. Kejar terus cita2mu !!!
Alif Faturrahman, perwakannya agak ideal plus kaca mata, rambut agak keriting. Pada dasarnya orangnya lurus, hanya saja lingkungan yang banyak mempengaruhinya. Alif, begitu ia disapa. Seorang Survivor sejati. Orangnya cerdas namun agak sedikit tak teratur (pakaian maupun hidupnya.hhe..). Kesukaannya terletak pada bidang kemisteriusan (macam detektif), tak aneh jika ia sekarang mengambil jurusan Psikologi di Unesa SBY. Masalah finansial sering mengganggunya, maka gali lubang tutup lubang mau tak mau menjadi gaya hidupnya. Namun, pria yang lahir tgl 4 September 1992 ini adalah pria yang berjiwa besar meski terkadang kurang mampu menjaga egonya. Tapi, ia baik, pengertian, seorang yang mandiri, dan selalu mampu paham akan keadaan teman2nya. Darinya saya belajar bagaimana memiliki jiwa besar dalam bergaul dengan sesama teman, dan bagaimana harus bersikap mandiri (survive). We are in rivality forever bro..!!! 
Bagas Jiwanda Wicaksono, entah berapa gunung sudah ia daki. Tak terhitung berapa lembah sudah ia lewati. Andventurian sejati (sampai mati mungkin) ! itu kata yang tepat disematkan padanya. Dialah yang menebarkan virus2 adventure pada teman2 hingga para kanca2 suka napk gunung. Pemuda yang bertanggal lahir sama dengan Alif ini merupakan pribadi yang santai. Kalau di kelas ada ulangan, ia juga yang paling cepat selesai (entah jawabannya benar atau salah). Juga suka tidur di kelas. Namun, orang yang akrab dipanggil Om atau Sagab ini adalah orang yang suka memberi satu sama lain. Dalam dunia sepakbola, refleknya juga sangat bagus dalam menahan bola sepakan lawan. Satu lagi, kera asli Ngalam ini juga musisi (segala alat musik ia bisa, hanya sasando mungkin yang belum ia coba). Kini ia personil Symphony (perkusi kalo nggak salah). Darinya saya belajar pentingnya bersikap santai juga optimis untuk menjalani hidup dan menghadapi masalah. Semplak !!!  
Akbar Patria Kurniantoro, anak Blitar, tanggal 23 Februari 1991 ia terlahir di Bumi. Agak gemuk, kadang berkaca mata kalau di kelas. Sapaanya Akbar. Pribadi yang pintar dalam pelajaran, sosok yang taat dan disiplin dalam beribadah, dan orang yang pandai memainkan si kulit bundar di lapangan. Yah, kalau saya bilang komplit lah.. Jiwa kepemimpinan ada padanya. Tak lepas jiwa patriot juga melekat pada dirinya (mungkin terilhami oleh sosok Soekarno). Ia juga pandai dalam bergaul dengan teman dan nyambung kalau diajak ngomong. Sahabat saya sejak SMP ini jika saya amati, besar badannya tak pernah berubah. Segitu2 aja. Dia juga cerdas dalam memenej emosi dan egonya. Darinya saya belajar banyak hal, kepemimpinan adalah salah satunya.. Lanjutkan perjuanganmu Bar !!!
Rabbibil, aaiiiiihhh... Abel bung !. Lahir tanggal 5 Desember 92. Anak Lombok. Orangnya santai, easygoing, juga enak diajak gaul. Hidupnya cenderung mengalir seperti air, namun dibalik hidupnya yang santai  ia memiliki cita-cita besar dan visi yang jauh ke depan. Ia selalu memperhatikan rambut dan penampilannya. Satu hal, rambut belakangnya nggak bisa turun, selalu naik (tapi tak tahu sekarang, terakhir saya bertemu dengannya di UII Jogja rambutnya sudah gondrong). Ia juga suka mendengarkan musik2 rock n roll macam Slank, Changcutters, Beatles, dll. Pribadinya juga senang berkorban untuk teman sendiri. Membantu jika ada teman yang butuh, kadang2 nraktir jajan di kantin. Casillas adalah inspirasinya, ia cukup lihai menjaga gawangnya. Darinya saya belajar bahwa begitu penting sebuah pengorbanan dalam persahabatan. PLUR !!! Kejar terus cita-citamu Bel ! 
Muhammad Ivan Riandi Mangalompa. Ivan panggilannya. Slanker juga. Menjalani hidup dengan apa yang ia yakini. Apa adanya. Keberanian ada pada jiwanya. Ia tak takut pada siapa saja jika ia menganggap dirinya benar dan tak bersalah. Ia juga memiliki tendangan super keras di lapangan. Anak Mataram juga, Lombok Islander. Sosoknya juga cinta pada hal-hal yang bersih dan rapi. Pengaruhnya juga besar pada teman2nya. Seorang pecinta musik. Ia juga baik terhadap teman2. Klub kesukaannya adalah Arema Mlg dan Sriwijaya FC. Terhadap lingkungannya sosok yang satu ini juga tak terlalu peduli, agak sedikit cuek sih. Namun meski begitu, ia adalah pribadi yang mampu menjadikan kondisi genting dan gelisah menjadi terasa lebih rileks dan santai. Darinya saya belajar bahwa penting sekali bagi kita untuk memiliki keberanian dalam diri. PLUR !!! Semangat terus Pan !   
Risqi Auliya Alwiyah, arek Malang yang konyol dan kocak ! Sahabat saya sejak SMP. Kesenangannya adalah mengoleksi benda2 yang dianggapnya masih berguna baginya (padahal tak guna). Seorang gamer pula (suka baca komik juga). Orangnya juga sederhana. Tak terlalu mempermasalahkan penampilan. Yang penting sopan. Sifat kekanak-kanakan kadang melekat pada diri anak yang biasa disapa Auliyak ini, namun dalam menghadapi suatu persoalan, sikap kedewasaan dan profesional selalu ia terus munculkan. Ia juga merupakan sosok yang bertanggung jawab atas segala apa yang diamanahkan padanya. Cara pandangnya terhadap suatu permasalahan sungguh unik. Ia selalu berusaha think out of the box (kreatif sih..). Darinya saya belajar kesederhanaan. Terus kejar obsesimu Yak! Hha..!
Gayuh Rahmanda Machsoen, Cah Galek ! Terlahir pada tarikh 30 Mei 1992. Pribadi yang santai dalam menjalani segala hal. Mampu menyelesaikan masalah dengan sendirinya dan cukup sabar. Makan adalah kesukaannya. Tak cukup satu porsi saja, mesti harus tambah. Walau begitu, Cebok—sapaan akrabnya—adalah sosok yang asik untuk bergaul dengan siapa saja. Sedikit narsis jika sudah berada di depan moncong kamera. Mencairkan suasana merupakan keahliannya. Canda dan gelak tawa selalu berderai dimana pun ia berada. Suka dengan musik berbagai macam genre (dangdut, pop, rock, r&b, dll). Percaya diri dalam menjalani hidup, maju tak gentar membela yang benar. Darinya saya belajar bahwa kita butuh kepercayaan diri untuk menyongsong masa hidup lebih baik. Aselole boi !!!!
Muhammad Syaiful Fikriansyah, pria Makassar, Sulawesi Selatan. Anak orang berada, segalanya ada, segalanya bisa. Tinggal telepon Babe, maka abakadabra ! Aha. (hha..) Namun dibalik semua itu, ia sosok yang gemar memberi apa saja. Ringan tangan. Mulai dari makanan (kue, milo, abon, saos, sambal, buras dll tak terhitung) hingga pakaian (baju) dengan mudah ia beri. Saya pun diberi baju putih merk thunderstar (merk mahalan) yang tulisannya migraph. Thanks Pul. Kemurahan hatinya selalu membuat teman2 tak bosan untuk bergaul dengannya. Ipul atau Lupik adalah panggilan hangatnya. Tidak sombong dan pembawaannya easygoing aja yah.. Mudah beradaptasi disegala macam kondisi. Anak yang penurut dan amanah. Meski terkadang terpancing emosinya namun ia mampu mengendalikannya. Maczman serta Romanisti sejati. Darinya saya belajar bahwa pentingnya memiliki kemurahan hati dalam diri untuk mengarungi lautan cobaan kehidupan. Ewako Pul !!!
Hasbi Hamzah Lewotan, 20 April 1992 ia lahir. Asli Flores punya. Pribadinya yang ngotot dalam segala hal membuatnya beda dari yang lain. Sepak bola adalah hobi paling ia suka. Sosok pekerja keras. Hasbi biasa ia disapa. Di lapangan skillnya tak ada duanya. Gocekannya sip, tendangannya keras dan akurat. Mantap ! Ia juga sosok yang religius (takmir masjid Baiturrahmah boi..assek!). Ngaji dan adzannya indah lagi enak didengar. Selain itu, suka membantu teman dan baik pula. Terkadang emosi dalam diri tak bisa terkendali. Namun, ia pribadi yang rendah hati. Di kelas selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mengerti hal yang belum dipahaminya (kalo nggak bisa tanya teman. Itu baru cerdas, biar tak sesat di jalan). Benar2 pekerja keras ! Salut ! Arsenal (khususnya Francesc Fabregas) adalah favoritnya. Disela2 waktu senggang, ia juga suka mendengarkan lagu2 yang ngebeat (rock n roll). Darinya saya belajar untuk mengerjakan segala hal dengan semangat juang tinggi dan berusaha sampai titik darah penghabisan. Salut ! Peace boi !!!
Haryuda Eka Putra, panggilan Juda atau Senok. Agak tambun, berambut pendek. 13 Juli 1992 ia lahir. Anak Bontang (PKT). “Si Lokomotif” kalau saya boleh menyebutnya. Mengapa? Karena kepulan asap tak pernah berhenti keluar dari mulutnya (hha..). DjS adalah kawan favoritnya. Baik hati juga terhadap kawan, dan kadang nggak urus dengan segala hal. Menjalani hidup dengan jiwa optimistis dan mempunyai satu tujuan hidup yang sudah ada dalam pikirannya sendiri (entah apa, yang jelas jauh ke depan untuk masa depan yang lebih baik). Pembawaannya santai namun serius. Tanggung jawabnya juga besar dalam menghandle segala macam hal. Tak mau ambil pusing dengan segala kondisi dan situasi yang terjadi. Darinya saya belajar bahwa perlunya suatu sikap yang santai (tak terlalu ambil pusing dengan segala hal) untuk bisa bertahan di tengah-tengah terjangan ombak kehidupan. Oyi Jud !!! PLUR !!!  
Hafidz Al-Authar, anak Bali (Denpasar). Berkaca mata, tinggi. Hidupnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang mendekapnya. Pergaulan dengan temannya juga baik. Ia rendah hati, tidak sombong, dan tak suka emosi. Mampu mengontrol emosinya meski sering menjadi bahan guyonan arek2. Kecintaannya pada seni mengantarkannya kuliah di jurusan desain di Bali sana. Ia juga memiliki usaha distro di rumahnya. Pribadi yang sederhana melekat pada dirinya. Pemuda yang akrab disapa Hvdz ini juga gemar terhadap papan skate. Wardrobe dan gayanya mencerminkan bahwa ia adalah orang yang selalu memperhatikan penampilannya secara cermat dan tepat. Topi khas skate tak boleh ketinggalan kalau ia sudah mau mejeng. Darinya saya belajar bahwa penting untuk memahami segala macam model teman dan penting untuk menjaga emosi dengan baik. PLUR !!! Lanjutkan HVDZ!
                Yudistira Indra Muslim. Panggilannya Tito, tak tahu dari mana kata Tito itu. Perawakannya kurus tapi tinggi. Paling tinggi kayaknya diantara yang lain. Sosok yang pendiam tapi mudah bergaul. Tak banyak bicara, lebih banyak aksi (Talk Less Do More). Lingkungan sungguh memberi pengaruh besar padanya. Sepak bola adalah salah satu hobinya. Selain itu, ia juga suka mendengarkan muzik. GnR dan A7X merupakan band yang banyak mempengaruhinya, Pribadinya tenang dalam menghadapi setiap masalah. kalem ketika menghadapi cobaan. Namun sayang, ia harus pergi meninggalkan Arrohmah ketika menginjak kelas 3 SMA. Sungguh pribadi yang LUAR BIASA !!! Darinya saya belajar satu hal, Sedikit Bicara Banyak Kerja (Talk Less Do More) !!! Thanks To..


                        Muhammad Fairussaniy. Samarinda punya. Seseorang yang selalu menghadirkan kekonyolan disetiap kesempatan. Sikap hidupnya yang cenderung santai membuatnya merasa gampang untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Semua masalah dihadapinya dengan kepala dingin, jarang sekali dengan kepala panas. Pola hidupnya, jika saya amati, bagai slogan Djarum Coklat “Yang Penting Hepi”..hha! Ya, yang penting hepi, yang penting nggak repot, yang penting nggak pusing. Masalah dihadapi, kena hukuman ya dijalani, dipanggil ustad ya didatangi, ditantang ya diladeni, lu jual gua beli, tapi kalau disuruh patuhi aturan/batas2 hampir pasti dilampaui.. Itulah Fairus (Pirus). Namun, ia merupakan pribadi yang sangat friendship dan tak pandang bulu, menurut saya. Darinya saya belajar, jika menghadapi suatu persoalan hidup maka hadapilah, jalanilah, agar ia segera selesai. Bukannya malah dihindari, cari mati itu namanya. Thanks wal...!!! Jalani hidup terus hidupmu.


                Thank you very much to all of my friend yang telah memberi begitu banyak pelajaran dan hikmah dalam hidup saya. Terima kasih banyak coy !!! Nggak ada Loe Nggak rame... Semoga bertemu di puncak kesuksesan dan kegemilangan !!! Peace, Love, Unity and Recpect !!! PLUR !!! Avf Bready.